Banyak genre cerita yang tak pernah luput saya tulis di dalam catatan saya. Meski sekarang saya duduk dibangku pekuliahan. Belum juga saya menjadi penulis beken ataupun penulis novel yang sudah saya idamkan sejak lama. Menurut pandangan saya. Menjadi penulis novel itu adalah suatu profesi yang tidak bisa diatur oleh siapapun. Mau keluarga atau siapapun. Hanya kita yang menentukan mau bagaimana jalan cerita tersebut dan mau bagaimana ending yang ingin dibuat. Semuanya kita yang menentukan dan semaunya kita mau bagaimana. Mau kita buat sad ending atau gantung pun terserah - terserah kita, karena disini kitalah tuanya.
Berbeda dengan menjadi penulis
skenario. Menurut pendangan saya, menjadi penulis skenario adalah profesi yang
hampir sama dengan penulis novel. toh.. sama - sama menulis. Hanya saja
perbedaan garis besarnya adalah semua jalan cerita ditentukan oleh penonton dan
produser atau PHnya. Dan itu diluar idealis seorang penulis menurut pandangan
saya. Seorang penulis itu liar. Konsisten dan mutlak dengan caranya sendiri.
Tidak terkungkung dan tidak bisa diatur oleh siapapun. Hanya naluri dan
keegonya yang berjalan mengikuti pola jalan alur yang diceritakan.
Meski memang saya akui menjadi penulis skenario lebih banyak keuntungannya. Yakni penghasilan yang didapat lebih besar dibandingkan menjadi seorang penulis novel. Bayangkan, dalam satu episode penulis yang masih amatir saja bisa mendapatkan 1 juta per episode. Apalagi menjadi seorang penulis skenario senior yang sudah berpengalaman. Contoh satu saja penulis dan sutradara favorit saya Bapak Imam Tantowi. Yap.. Penulis skenario dari Angling Dharma , Tukang Bubur Naik Haji dan juga 7 Manusia Harimau. Sudah kalian bayangkan bukan berapa royalti yang beliau bisa dapat ? Saya dengar penulis skenario sinetron bisa mendapat penghasilan lebih dari 50 jt. Saya ga tahu itu bener atau ga. Namun royalti tersebut tidak langsung bisa masuk ke kantongnya sendiri. Karena beliau harus membaginya lagi ke tim – tim yang sudah bekerja sama dengannya.
Meski memang saya akui menjadi penulis skenario lebih banyak keuntungannya. Yakni penghasilan yang didapat lebih besar dibandingkan menjadi seorang penulis novel. Bayangkan, dalam satu episode penulis yang masih amatir saja bisa mendapatkan 1 juta per episode. Apalagi menjadi seorang penulis skenario senior yang sudah berpengalaman. Contoh satu saja penulis dan sutradara favorit saya Bapak Imam Tantowi. Yap.. Penulis skenario dari Angling Dharma , Tukang Bubur Naik Haji dan juga 7 Manusia Harimau. Sudah kalian bayangkan bukan berapa royalti yang beliau bisa dapat ? Saya dengar penulis skenario sinetron bisa mendapat penghasilan lebih dari 50 jt. Saya ga tahu itu bener atau ga. Namun royalti tersebut tidak langsung bisa masuk ke kantongnya sendiri. Karena beliau harus membaginya lagi ke tim – tim yang sudah bekerja sama dengannya.
Satu sinetron berpegang pada
kekuatan satu tim penulis, dan satu tim penulis tersebut ada 3 sampai 5 orang. Tidak
mungkin kan jika satu sinetron dipegang oleh satu orang penulis saja. Pasti
strees berat tingkat level skripsi review puluhan kali. Apalagi banyaknya
permintaan PH yang ingin terus menambahkan episod sampai ratusan hingga ribuan
episod. Bisa kalian bayangkan lebih besar tanggung jawab mana menjadi penulis
novel atau penulis skenario. Atau kalian ingin menjadi kedua – duanya ??
Ada juga penulis novel yang
beralih menjadi penulis skenario film yang diadaptasi dari novelnya sendiri. Contoh,
Bapak Habiburrahman El Shirazy dan juga Raditya Dika. Mereka berhasil sukses
dengan novel – novelnya dan juga film yang mereka bawai. Yang satu pernah
kuliah di Australia dan satunya lagi di Kairo. Ya iyalah.. Ilmu sama pengalamannya
aja lebih banyakan mereka. Bagi saya mereka adalah master di genre mereka
masing – masing. Dan tentunya juga cara penulisan sastra mereka masing - masing.
Satu hal lagi, saya tidak tahu
apakah ada dari seorang penulis novel beralih menjadi penulis skenario
sinetron. Sampai saat ini sepertinya belum ada. Jadi bagaimana ? Mau berada di
posisi mana kalian ? Mau diposisi mana kalian ingin tinggali ? Tidak ada
masalah kalian berada di posisi mana. Asalkan itu masih baik untuk dipelajari.
-MAS-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar