Hidup menjadi penulis adalah cita - cita. Mau menjadi penulis novel sampai menulis skenario film ataupun sinetron. That's All My Dream.. Menonton film adalah kecintaan. Paling Benci Sinetron Super Keihatan Plagiatnya.. JUst wont my life simple..
Rabu, 29 November 2017
sinopsis " IBU AKU BAIK BAIK SAJA "
IBU AKU BAIK-BAIK SAJA
SINOPSIS :
Hai .. perkenalkan namaku Muhammad Dwi Al-fatih Pramudya kalian bisa memanggilku cukup fatih saja. Jika kalian ingin mengenalku lebih jauh atau ingin membayang-bayang wajahku seperti apa, tinggal kalian pantengi saja wajah Alindo. Ga jauh beda face ku dengannya sebelas dua belas lah. Aku tinggal dan hidup di dunia yang begitu sempurna. Mempunyai keluarga yang begitu sangat mencintaiku dan juga teman-teman yang hebat adalah salah satu karunia yang amat indah dari tuhan untukku.
Awalnya semua baik-baik saja. Sebelum dia datang. Si monster dibalik selimut. Panggilan itulah yang aku berikan pada si lupus. Kalian tahu lupus ? Mungkin bagi sebagian wanita ada yang mengenalnya. Lupus adalah penyakitku. Dan aku menderita lupus. Kalian pasti bingung kenapa aku bisa menderita penyakit yang lebih mendominasi kaum wanita. Padahal aku sendiri adalah laki-laki asli dari lahir.
Awal mula penyakit ini beriring-iringan dengan gejala aneh yang aku rasakan. Bukan hanya bercak berbentuk kupu-kupu yang menjadi ciri khusus dari lupus, tapi juga tubuh dan gerakan yang mulai sulit aku kontrol. Berbulan-bulan aku terus menahannya. Butuh tes dan pemeriksaan yang agak lama untuk tahu ada lupus yang menjadi benalu dalam badanku.
Ibu yang pertama kali mendengar lupus sangat syok dan hampir marah-marah pada dokter yang mendiagnosaku. Ayah dan keluargaku juga tak luput dislindungi rasa sedih karena penyakitku. Ga ada yang tahu penyakitku kecuali keluarga besarku. Kedua sahabatku ga mengetahuinya sama sekali yang mereka tahu aku hanya menderita alergi biasa. Namun seiring berjalanya waktu. Dia (lupus) ga henti mengacaukan hidupku.
Perlahan semuanya berubah. Ibu mulai berhenti dari pekerjaan dan juga melepas impianya demi merawatku, bahkan satu-satunya tanah yang dia miliki ia jual untuk membantu biaya berobatku ke singapore. Kedua saudaraku kak ridho dan adikku nadia selalu mau meluangkan waktunya untuk menemaniku. Ayah juga rela membagi waktunya untukku. Sayangnya berbeda dengan kedua sahabatku yang kupercaya ternyata satu persatu meninggalkanku dan mengkhianatiku. Meski begitu, dibalik pengkhianatan mereka tuhan mengirimkan seorang musuh yang pada akhirnya menjadi sahabatku,
Ibu dan semua keluargaku sering mengingatkan akan ada keajaiban dan mukjizat dari tuhan dan semuanya pasti akan baik-baik saja. Tetapi kenyataanya ga. Aku sering naik darah dan marah-marah di depan keluargaku. Bahkan aku pernah melampiaskan emosiku di depan ibu, mbah yati dan nadia. Karena aku marasa diriku udah ga berguna lagi. Dalam diriku sempat aku meragukan kekuatan tuhan.
Sebelumnya dimas adalah anak berandal yang selalu suka menggangguku dan teman-temanku saat kelas satu. Ia yang pertama kali memperkenalkanku tentang lupus. Odapus adalah panggilan dia untukku waktu kami masih bermusuhan. Hingga aku tahu kenapa ia terus memanggilku odapus karena ternyata ciri-ciri penyakitku sama dengan bundanya. Yap.. bunda dimas adalah odapus sama denganku. Baru akhirnya aku tahu jika dimas adalah seorang penderita Alzhaimer.
Roda waktu terus berjalan. Penyakit yang menyerang pun juga terus berjalan. Akibat lupus aku menderita dua kali terserang kanker otak, dua kali gagal ginjal, kanker paru-paru dan tambahanya lagi harus menjalani 12 kali lebih operasi selama tiga tahun. Sempat beberapa waktu yang lalu aku pernah marah pada tuhan hingga aku menyodorkan pertanyaan ke ibu. Pertanyaan itu adalah apakah keajaiban dan mukjizat dari tuhan itu benar-benar ada.
Aku sadar ga seharusnya aku mempertanyakan kebesaran tuhan pada siapapun. Waktu terus memakan sisa umurku. Perlahan aku udah tidak bisa lagi berjalan. Badan dan kondisiku semakin melamah hingga akhirnya dokter memperkirakan hidupku ga akan lama. Ayah dan lainya bisa menerima tapi tidak dengan ibu. Beliau terus melakukan berbagai cara agar aku bisa bertahan hidup lebih lama lagi seperti wanita-wanita penderita lupus lainnya. Ibu selalu mengingatkanku untuk ga mau kalah sama penyakit perempuan. Karena aku lelaki, dan lelaki ga boleh kalah sama cewek. Wanita saja bisa hebat melawan penyakitnya, kenapa lelaki sepertiku tidak. Kalimat dari ibu itulah yang terus membuatku bertahan.
Waktuku semakin pendek. Ga ada yang bisa aku perbuat kecuali mengakhirinya dengan indah. Sebelum keadaanku memburuk, pasca ulang tahunku yang ke 19 tahun aku meminta kak ridho untuh segera menikah dengan pacarnya. Permintaan itu aku sodorkan sebagai permintaan terakhir dan kado untukku. Selang selama satu malam kak ridho dan anggota keluarga lainnya mempersiapkan upacara pernikahan.
Setelah hari itu berlalu perlahan-lahan aku menyelesaikan tugasku sedikit demi sedikit. Kembali aku melanjutkan operasiku yang terakhir. Semua keluargaku perlahan mencoba mengihklaskan keadaanku. Namun ga dengan ibu. Selama dua hari ia tidak menjengukku. Ibu mungkin takut jika aku akan benar-benar pergi darinya. Tapi sebetulnya aku masih terus mencoba untuk memerangi penyakitku. Aku masih belum menyerah. Karena semata-mata aku melakukannya agar ibu ga menangis lagi.
Aku tidak bisa pergi jika ibu masih belum siap. Tiga tahun pertarunganku dengan dia ga bisa aku akhiri begitu saja. Sampai mati aku akan melawannya. Aku ga mau dan ga bisa kalah dengan dia. Jika aku mengalah maka jalanku menuju cahaya itu akan menjadi sia-sia. Jalan yang paling terbaik tuhan tawarkan padaku akan muncul bila ibu mau mengikhlaskanku.
Beberapa kali dibujuk akhirnya ia menemuiku. Di pelukannya aku merasa ada sesuatu yang kembali padaku. Kehangatan yang berasal dari tubuhnya mengingatkanku waktu aku kembali ke dekapanya waktu kecil. Saat pelukan itu untuk kedua kali aku pergi darinya. Aku berhasil menemukan jawaban itu. Jawaban dari pertanyaan apakah keajaiban tuhan. Sebenarnya keajaiban itu sudah ada dari aku lahir.
Pada saat aku kembali dan pergi. Kemudian bertahan dengan monster ini. Dan yang terakhir sisa waktu. Keajaiban adalah masa sisa waktu yang tuhan berikan padaku untuk menikmatinya bersama orang-orang yang aku cintai.
-Marcell Agigta Raizel-
24 Februari 2016 19:38
IBU..
AKU BAIK-BAIK SAJA ..
“Keajaiban bagiku adalah masih bisa menghabiskan sisa waktu bersama kalian”
Penulis : Marcela Agigta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hai everyone.. perkenalkan mimin yang punya blog ini adalah...
-
Banyak hal yang sudah dilalui oleh para penggemar drama korea yang baru saja menyelesaikan tontonan streming-nya. Sebut ...
-
Hai everyone.. perkenalkan mimi...
-
Hai everyone.. perkenalkan mimin yang punya blog ini adalah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar